”MORAL ETIKA”
Assalamu’alaikum.wr.wb...
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم. الحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ العّالّمِيْن. وَصَلاَةُ وَسَلَّم عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْن.
سَيِّدِنَا وَمَوْلَنَا مُحَمَّد وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْن. أَمَّا بَعْد
Pertama.., marilah kita panjatkan rasa syukur kehadirat
Allah SWT, karena atas rahmat dan kasih sayangnya kita masih diberi kesempatan
untuk terus beribadah kepadaNya.
Shalawat dan salam rindu semoga tetap tercurahkan kepada
Nabi Agung kita, Muhammad saw, karena hidayah yang dibawanya, kita masih bisa
merasakan nikmatnya iman dan islam.
Suci
bersih tak ada noda...,bagaikan kertas yang tak tergores oleh setetes
tinta...,hanya kelembutan yang membuat semua menjadi indah bagaikan surga...
Kaum Muslimin Rahimakumullah…
Ada
satu hal yang mungkin perlu kita perhatikan dari anak kita dan kiranya ini
sangat menentukan nilai positif atau negatifnya terhadap anak kita yakni “Sopan
Santun”. Semua orang tua pasti senang melihat perilaku manis anaknya. Tetapi,
sikap sopan dan santun tidak dibawa sejak lahir. Kitalah sebagai orang tua yang
wajib mengajarkanya sejak dini agar kelak tidak menjadi anak yang tidak
bermoral. Na’udzubillah....
Semua
orang tua tentu berharap anak mereka bisa bersikap sopan dan santun. Namun,
budi pekerti atau tata krama yang baik tidak bisa muncul begitu saja, anak
perlu di bimbing dan mendapat pelajaran bagaimana bersikap sopan dan santun.
Kaum Muslimin Rahimakumullah…
Mulanya,
sikap sopan dan santun yang dilakukan anak hanyalah sebuah pola meniru apa yang
dilakukan orang tua, khususnya saat anak masih kecil. Ini adalah hal yang wajar
karena anak masih berfikir konseptis.
Tetapi
jika anak sudah semakin besar ia akan menyadari bahwa sopan santun juga sangat
penting, tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga untuk orang lain. Anak
yang santun biasanya akan di senangi dan mendapatkan banyak pengalaman dan
tempat di lingkungannya.
Memang,
tidak mudah menerapkan sopan santun pada anak, tetapi jika kita sebagai orang
tua berhasil mengajarkan sopan santun pada anak kita, si kecil akan tumbuh
menjadi seseorang yang berperilaku baik di dalam kehidupannya. Meskipun, tidak
dapat di pungkiri bahwa lingkungan yang ada di luar rumah juga memiliki peran
yang sangat besar pada pembentukan perilaku sopan santun.
Dengan
kita bekali ilmu pengetahuan kepada anak tentang bersikap sopan santun, maka
pada akhirnya anak akan kembali pada pendidikan yang telah di berikan orang
tuanya. Secara spesifik, ada beberapa cara mengajarkan sopan santun pada anak
yang dapat di terapkan sejak anak lahir. Yakni :
- Berikan contoh dalam
kehidupan sehari-hari.
Anak
adalah peniru yang paling ulung. Bahkan, saat masih belum dapat berbicara pun,
anak sudah bisa menirukan perbuatan yang kita lakukan meskipun dalam bahasa dan
bentuk yang lain. karena anak-anak mendengar bukan dengan telinga, tetapi
dengan matanya. Itu artinya orang tua harus menjadi contoh nyata bagaimana
bersikap sopan dan santun.
- Ajarkan 3 kata
penting.
Ada
3 kata penting yang sebaiknya diajarkan oleh orang tua kepada anaknya sejak
lahir, yaitu “Terima Kasih”, “Tolong”, “Maaf”.dengan demikian anak akan
mengetahui bahwa dirinya dihargai dan ia pun akan terbiasa menghargai orang
lain.
- Latihan sambil
bermain.
Mungkin
kita sebagai orang tua sudah berusaha mengajarkan sopan santun pada anak,
tetapi terkadang anak berhadapan dengan orang lain ia melakukan perbuatan yang
kurang santun, maka dari itu buatlah si kecil bermain atau berperan sebagai
tamu yang sopan dan kita sebagai tuan rumah yang sopan. Biasanya, saat anak
bersikap santun dalam peran yang dimainkannya pujilah perbuatannya. Tunjukkan
bahwa kita sangat menghargai sikap positifnya. Sehingga anak bisa lebih berani
untuk bersikap sopan santun terhadap orang lain.
- Harus Konsisten.
Terkadang
anak sering lupa bersikap baik kepada orang lain, sehingga sangat wajar bila ia
tiba-tiba melakukan tindakan yang kurang sopan, jangan di marahi dulu tapi
ingatkanlah bahwa tindakan tersebut kurang sopan. Coba beri peringatan tapi
yang menyenangkan, misalnya : “Wah, karena terlalu lapar nii.., jagoan bunda
lupa bilang terima kasih ya...”.
Dalam
membentuk sikap sopan santun orang tua harus konsisten dan tidak pesimis.Bila
anak melakukan hal yang tidak sopan kita harus ingatkan lagi, lagi dan lagi
sampai anak mampu untuk mengaplikasikannya.
- Jangan dijadikan
lelucon.
Jangan
sekali-kali kita sebagai orang tua menertawakan si kecil saat melakukan
tindakan yang tidak santun, karena sikap yang kurang sopan bukan lelucon. Bila
kita tertawakan anak akan berfikir bahwa perbuatannya wajar, lucu, dan benar
padahal itu salah, sehingga si kecil akan sulit memahami makna sikap sopan
santun yang sebenarnya apalagi untuk di praktekkan olehnya.
- Tunjukkan perhatian
anda.
Sesibuk
apapun orang tua di meja makan, bersama tamu atau dengan pekerjan yang lainnya,
berikan perhatian pada anak, karena si kecil sering melakukan tindakan yang
tidak santun hanya untuk menarik perhatian orang tuanya dan berikan pujian jika
si kecil menunjukkan sikap sopan santun.
Kaum Muslimin Rahimakumullah…
Nabi bersabda yang artinya “Muliakan putera-puteri kalian dan didiklah
akhlaknya.”
Ada 3 hal tindakan yang perlu kita lakukan sebagai orang
tua jika si kecil atau anak mendapat perlakuan yang tidak sopan dan melihat tindakan yang tidak santun. Yaitu, :
Pertama, sebaiknya kita segera memberitahu si kecil bahwa
tindakannya tidak baik dan tidak boleh di tiru olehnya.
Kedua, di beri teguran yang sopan pada orang yang tidak
santun pada anak kita. Sehingga itu akan menunjukkan bahwa kita konsisten dan
siapapun yang melakukan sikap yang tidak santun tetap tidk baik.
Ketiga, jika anak yang melakukan teguran itu lebih baik karena
akan terasa menyentuh hati. Misalnya : “ Kakak... kata bunda kalau makan tidak
boleh sambil berdiri”
Orang tua adalah orang yang pertama kali berperan dalam
mendidik anak agar anaknya kelak menjadi anak yang sholeh dan sholehah,
berbakti dan menjadi orang yang berguna untuk agama,bangsa dan negara dunia
maupun akhirat.
Kaum Muslimin Rahimakumullah…
Ada empat hal penting agar anak bisa menjadi anak yang sopan santun yaitu :
- Pertama,
Shaleh dalam aqidah.
Aqidah sebagai nyawanya dan inti dari kehidupan. Bila ini
tidak ada di dalam diri anak kita jangan harap amal bisa di sebut amal
shalih,sebaik apapun amalnya.
- Kedua,
Shaleh dalam ibadah.
Ibadah bukan sekedar rutinitas ritual, tetapi wujud
penghambaan yang Maha Dahsyat yakni kepada Allah SWT, karena itu anak harus
kita ajarkan sejak dini tentang kewajiban ibadah yang harus mereka kerjakan
agar kelak tidak menyesal.
- Ketiga,
Shaleh dalam akhlak.
Akhlak adalah buah aqidah dan ibadah. Kata Nabi,
“Sebaik-baik kamu adalah yang paling baik akhlaknya.” Itu yang harus ada dalam diri seorang
anak agar hidupnya kelak menjadi berarti untuk diri sendiri dan orang lain.
- Keempat,
Shaleh dalam keluarga.
Keshalihan pribadi akan lebih berarti bila terefleksi
dalam keluarga,karena keluarga merupakan standar, ukuran, parameter timbangan
untuk melihat selaraskah perkembangan anak dalam ucapan dan perbuatannya.
Sebagaimana firman Allah dalam surat At-Tahrim:6
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka.” (QS.At-Tahrim:6)
Nah... pasti tak lupa donk dengan lagu masa kecil kita
sebagai anak yang di sayang oleh orang tua...
(Yuk nyanyi... yuk...)
Kasih ibu kepada beta...
Tak terhingga sepanjang masa...
Hanya memberi tak akan kembali...
Bagai sang surya menyinari dunia...
Semoga kita sebagai orang tua bisa memberi yang terbaik
untuk masa depan anak-anak kita kelak dan anak bisa membanggakan orang tua
kita. Aamiin ya robbal a’lamiin...
,..
Semoga ketemu lagi lain waktu... J
Demikian dari saya, semoga bermanfaat, kurang lebihnya mohon dimaafkan.
Wallahul Muwafiq Ila Aqwamit Tharieq
Wassalamu’alaikum.wr.wb..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar