Selasa, 25 Maret 2014

”MORAL ETIKA”

”MORAL ETIKA”
Assalamu’alaikum.wr.wb...

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم. الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العّالّمِيْن. وَصَلاَةُ وَسَلَّم عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْن. سَيِّدِنَا وَمَوْلَنَا مُحَمَّد وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْن. أَمَّا بَعْد

Pertama.., marilah kita panjatkan rasa syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan kasih sayangnya kita masih diberi kesempatan untuk terus beribadah kepadaNya.
Shalawat dan salam rindu semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Agung kita, Muhammad saw, karena hidayah yang dibawanya, kita masih bisa merasakan nikmatnya iman dan islam.
Suci bersih tak ada noda...,bagaikan kertas yang tak tergores oleh setetes tinta...,hanya kelembutan yang membuat semua menjadi indah bagaikan surga...

Kaum Muslimin Rahimakumullah…
Ada satu hal yang mungkin perlu kita perhatikan dari anak kita dan kiranya ini sangat menentukan nilai positif atau negatifnya terhadap anak kita yakni “Sopan Santun”. Semua orang tua pasti senang melihat perilaku manis anaknya. Tetapi, sikap sopan dan santun tidak dibawa sejak lahir. Kitalah sebagai orang tua yang wajib mengajarkanya sejak dini agar kelak tidak menjadi anak yang tidak bermoral. Na’udzubillah....
Semua orang tua tentu berharap anak mereka bisa bersikap sopan dan santun. Namun, budi pekerti atau tata krama yang baik tidak bisa muncul begitu saja, anak perlu di bimbing dan mendapat pelajaran bagaimana bersikap sopan dan santun.


Kaum Muslimin Rahimakumullah…
Mulanya, sikap sopan dan santun yang dilakukan anak hanyalah sebuah pola meniru apa yang dilakukan orang tua, khususnya saat anak masih kecil. Ini adalah hal yang wajar karena anak masih berfikir konseptis.
Tetapi jika anak sudah semakin besar ia akan menyadari bahwa sopan santun juga sangat penting, tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga untuk orang lain. Anak yang santun biasanya akan di senangi dan mendapatkan banyak pengalaman dan tempat di lingkungannya.
Memang, tidak mudah menerapkan sopan santun pada anak, tetapi jika kita sebagai orang tua berhasil mengajarkan sopan santun pada anak kita, si kecil akan tumbuh menjadi seseorang yang berperilaku baik di dalam kehidupannya. Meskipun, tidak dapat di pungkiri bahwa lingkungan yang ada di luar rumah juga memiliki peran yang sangat besar pada pembentukan perilaku sopan santun.
Dengan kita bekali ilmu pengetahuan kepada anak tentang bersikap sopan santun, maka pada akhirnya anak akan kembali pada pendidikan yang telah di berikan orang tuanya. Secara spesifik, ada beberapa cara mengajarkan sopan santun pada anak yang dapat di terapkan sejak anak lahir. Yakni :
  1. Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Anak adalah peniru yang paling ulung. Bahkan, saat masih belum dapat berbicara pun, anak sudah bisa menirukan perbuatan yang kita lakukan meskipun dalam bahasa dan bentuk yang lain. karena anak-anak mendengar bukan dengan telinga, tetapi dengan matanya. Itu artinya orang tua harus menjadi contoh nyata bagaimana bersikap sopan dan santun.
  1. Ajarkan 3 kata penting.
Ada 3 kata penting yang sebaiknya diajarkan oleh orang tua kepada anaknya sejak lahir, yaitu “Terima Kasih”, “Tolong”, “Maaf”.dengan demikian anak akan mengetahui bahwa dirinya dihargai dan ia pun akan terbiasa menghargai orang lain.

  1. Latihan sambil bermain.
Mungkin kita sebagai orang tua sudah berusaha mengajarkan sopan santun pada anak, tetapi terkadang anak berhadapan dengan orang lain ia melakukan perbuatan yang kurang santun, maka dari itu buatlah si kecil bermain atau berperan sebagai tamu yang sopan dan kita sebagai tuan rumah yang sopan. Biasanya, saat anak bersikap santun dalam peran yang dimainkannya pujilah perbuatannya. Tunjukkan bahwa kita sangat menghargai sikap positifnya. Sehingga anak bisa lebih berani untuk bersikap sopan santun terhadap orang lain.
  1. Harus Konsisten.
Terkadang anak sering lupa bersikap baik kepada orang lain, sehingga sangat wajar bila ia tiba-tiba melakukan tindakan yang kurang sopan, jangan di marahi dulu tapi ingatkanlah bahwa tindakan tersebut kurang sopan. Coba beri peringatan tapi yang menyenangkan, misalnya : “Wah, karena terlalu lapar nii.., jagoan bunda lupa bilang terima kasih ya...”.
Dalam membentuk sikap sopan santun orang tua harus konsisten dan tidak pesimis.Bila anak melakukan hal yang tidak sopan kita harus ingatkan lagi, lagi dan lagi sampai anak mampu untuk mengaplikasikannya.
  1. Jangan dijadikan lelucon.
Jangan sekali-kali kita sebagai orang tua menertawakan si kecil saat melakukan tindakan yang tidak santun, karena sikap yang kurang sopan bukan lelucon. Bila kita tertawakan anak akan berfikir bahwa perbuatannya wajar, lucu, dan benar padahal itu salah, sehingga si kecil akan sulit memahami makna sikap sopan santun yang sebenarnya apalagi untuk di praktekkan olehnya.
  1. Tunjukkan perhatian anda.
Sesibuk apapun orang tua di meja makan, bersama tamu atau dengan pekerjan yang lainnya, berikan perhatian pada anak, karena si kecil sering melakukan tindakan yang tidak santun hanya untuk menarik perhatian orang tuanya dan berikan pujian jika si kecil menunjukkan sikap sopan santun.

Kaum Muslimin Rahimakumullah…
Nabi bersabda yang artinya “Muliakan putera-puteri kalian dan didiklah akhlaknya.”
Ada 3 hal tindakan yang perlu kita lakukan sebagai orang tua jika si kecil atau anak mendapat perlakuan yang tidak sopan dan  melihat tindakan yang tidak santun. Yaitu, :
Pertama, sebaiknya kita segera memberitahu si kecil bahwa tindakannya tidak baik dan tidak boleh di tiru olehnya.
Kedua, di beri teguran yang sopan pada orang yang tidak santun pada anak kita. Sehingga itu akan menunjukkan bahwa kita konsisten dan siapapun yang melakukan sikap yang tidak santun tetap tidk baik.
Ketiga, jika anak yang melakukan teguran itu lebih baik karena akan terasa menyentuh hati. Misalnya : “ Kakak... kata bunda kalau makan tidak boleh sambil berdiri”
Orang tua adalah orang yang pertama kali berperan dalam mendidik anak agar anaknya kelak menjadi anak yang sholeh dan sholehah, berbakti dan menjadi orang yang berguna untuk agama,bangsa dan negara dunia maupun akhirat.

Kaum Muslimin Rahimakumullah…
Ada empat hal penting agar anak bisa menjadi anak yang sopan santun yaitu :
  • Pertama, Shaleh dalam aqidah.
Aqidah sebagai nyawanya dan inti dari kehidupan. Bila ini tidak ada di dalam diri anak kita jangan harap amal bisa di sebut amal shalih,sebaik apapun amalnya.
  • Kedua, Shaleh dalam ibadah.
Ibadah bukan sekedar rutinitas ritual, tetapi wujud penghambaan yang Maha Dahsyat yakni kepada Allah SWT, karena itu anak harus kita ajarkan sejak dini tentang kewajiban ibadah yang harus mereka kerjakan agar kelak tidak menyesal.
  • Ketiga, Shaleh dalam akhlak.
Akhlak adalah buah aqidah dan ibadah. Kata Nabi, “Sebaik-baik kamu adalah yang paling baik akhlaknya.”  Itu yang harus ada dalam diri seorang anak agar hidupnya kelak menjadi berarti untuk diri sendiri dan orang lain.

  • Keempat, Shaleh dalam keluarga.
Keshalihan pribadi akan lebih berarti bila terefleksi dalam keluarga,karena keluarga merupakan standar, ukuran, parameter timbangan untuk melihat selaraskah perkembangan anak dalam ucapan dan perbuatannya.
Sebagaimana firman Allah dalam surat At-Tahrim:6



“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS.At-Tahrim:6)
Nah... pasti tak lupa donk dengan lagu masa kecil kita sebagai anak yang di sayang oleh orang tua...
(Yuk nyanyi... yuk...)
Kasih ibu kepada beta...
Tak terhingga sepanjang masa...
Hanya memberi tak akan kembali...
Bagai sang surya menyinari dunia...

Semoga kita sebagai orang tua bisa memberi yang terbaik untuk masa depan anak-anak kita kelak dan anak bisa membanggakan orang tua kita. Aamiin ya robbal a’lamiin...
,..
Semoga ketemu lagi lain waktu... J
Demikian dari saya, semoga bermanfaat, kurang lebihnya mohon dimaafkan.
Wallahul Muwafiq Ila Aqwamit Tharieq
Wassalamu’alaikum.wr.wb..












Tidak ada komentar:

Posting Komentar